Kerja & bisnis

Cara Merekam Video Pembelajaran dan Kursus Online di Rumah dengan Teleprompter

Cara guru dan pembuat kursus merekam materi: memecah pelajaran, menulis naskah, tempo mengajar, bagian dengan #, jeda dan lanjutkan, subtitle, dan format 16:9.

Tim Cameratel 7 menit baca Diperbarui:
Dalam panduan ini
  1. Alur kerja merekam video pembelajaran dalam 6 langkah
  2. Pecah pelajaran menjadi video pendek
  3. Menulis naskah penjelasan
  4. Tempo mengajar yang lebih lambat
  5. Gunakan bagian dan jeda untuk materi panjang
  6. Merekam dengan slide atau papan tulis
  7. Subtitle untuk aksesibilitas dan file SRT
  8. Setup yang konsisten setiap rekaman

Untuk merekam video pembelajaran di rumah yang enak diikuti siswa, pecah materi menjadi video pendek berisi satu konsep, tulis naskah penjelasan lengkap dengan contoh, bicaralah lebih lambat dari biasanya, rekam per bagian, tambahkan subtitle, dan pertahankan setup yang sama di setiap rekaman. Teleprompter membantu guru menyampaikan penjelasan yang runtut tanpa melewatkan langkah, sambil tetap menatap siswa lewat lensa.

Alur kerja merekam video pembelajaran dalam 6 langkah

  1. Pecah satu bab menjadi beberapa konsep kecil.
  2. Tulis naskah untuk setiap konsep.
  3. Tandai bagian dan jeda di naskah.
  4. Siapkan tempat rekaman yang sama setiap kali.
  5. Rekam per bagian dengan teleprompter.
  6. Tambahkan subtitle, lalu unggah ke platform kelasmu.

Setiap langkah dijelaskan di bawah, dengan contoh dari pelajaran matematika sekolah dasar.

Pecah pelajaran menjadi video pendek

Satu rekaman 45 menit terasa efisien bagi guru, tetapi berat bagi siswa. Mereka sulit menemukan bagian yang ingin diulang, dan perhatian mudah buyar di tengah. Video pendek yang masing-masing membahas satu konsep lebih mudah ditonton, diulang, dan diperbarui.

Contohnya, bab pecahan untuk kelas 4 SD bisa dipecah seperti ini:

VideoKonsepDurasi kira-kira
1Apa itu pecahan, dengan contoh potongan martabak4–5 menit
2Pecahan senilai5–6 menit
3Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama5–7 menit
4Menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda7–9 menit
5Latihan soal dan pembahasan8–10 menit

Jika satu video terasa terlalu padat saat menulis naskah, itu tanda bahwa video tersebut sebenarnya berisi dua konsep.

Naskah pembelajaran yang baik mengikuti alur yang bisa diprediksi siswa. Gunakan urutan ini untuk setiap video:

  • Tujuan: “Setelah video ini, kamu bisa…”
  • Pengingat: sepuluh sampai dua puluh detik tentang materi sebelumnya.
  • Contoh konkret: benda atau situasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
  • Langkah-langkah: urutan yang jelas dan bernomor.
  • Kesalahan umum: jebakan yang sering membuat siswa salah.
  • Ringkasan dan latihan: satu kalimat ringkasan dan satu soal untuk dicoba.

Berikut contoh potongan naskahnya:

# Tujuan
Setelah video ini,
kamu bisa menjumlahkan dua pecahan
yang penyebutnya sama. [pause]

# Contoh
Bayangkan satu martabak dipotong delapan.
Kamu makan dua potong,
adikmu makan tiga potong. [pause]
Berapa bagian yang sudah dimakan?

# Langkah
Penyebutnya tetap delapan.
Pembilangnya dijumlahkan:
dua tambah tiga, sama dengan lima.
Jadi, lima per delapan. [pause]

# Kesalahan umum
Jangan ikut menjumlahkan penyebutnya.
Dua per delapan tambah tiga per delapan
bukan lima per enam belas.

Untuk materi yang lebih panjang, misalnya kursus online 15 menit untuk orang dewasa, struktur pembuka dan peta isi di panduan struktur naskah video YouTube juga bisa dipakai.

Tempo mengajar yang lebih lambat

Saat mengajar lewat video, siswa tidak bisa mengangkat tangan untuk bertanya. Karena itu, tempo bicara sebaiknya lebih lambat daripada saat mengobrol, terutama ketika memperkenalkan istilah baru. Beri jeda setelah pertanyaan agar siswa sempat berpikir, dan tandai tempatnya dengan [pause] di naskah. Patokan tempo untuk berbagai jenis video ada di artikel kecepatan bicara dan kata per menit.

Mode Ikuti suara di Cameratel sangat membantu di sini. Teks bergerak mengikuti ucapanmu dan menunggu ketika kamu berhenti untuk menulis di papan tulis, menunjuk slide, atau memperagakan sesuatu. Kamu tidak perlu menebak kecepatan yang pas untuk penjelasan yang temponya naik turun.

Gunakan bagian dan jeda untuk materi panjang

Tandai setiap bagian naskah dengan #, misalnya # Tujuan, # Contoh, dan # Latihan. Penanda ini memudahkanmu berlatih per bagian, merekam ulang hanya bagian yang kurang pas, dan menemukan posisi dengan cepat.

Jika di tengah rekaman ada gangguan, seperti bel rumah berbunyi atau anak tetangga bermain di luar, jeda rekaman lalu lanjutkan setelah suasana tenang. Hasilnya tetap satu file video yang utuh. Setelah setiap take, laporan rekaman menunjukkan durasi, tempo, skor kontak mata, dan seberapa banyak naskah yang terbaca, sehingga kamu tahu apakah ada bagian yang terlewat.

Merekam dengan slide atau papan tulis

Banyak materi membutuhkan gambar, rumus, atau diagram. Ada tiga cara praktis untuk menggabungkannya dengan video wajahmu:

  • Rekam terpisah, gabungkan saat editing. Rekam penjelasan dengan kamera depan dan teleprompter, lalu rekam slide atau tulisan tangan secara terpisah. Saat editing, tampilkan slide di bagian yang relevan dengan suaramu tetap berjalan.
  • Tunjukkan langsung ke kamera. Tulis rumus atau gambar diagram di kertas besar dengan spidol tebal, lalu angkat ke depan kamera saat menjelaskannya. Cara ini sederhana dan terasa akrab bagi siswa.
  • Rekam papan tulis dengan kamera belakang. Untuk langkah pengerjaan soal yang panjang, rekam tanganmu menulis di papan atau kertas. Bagian ini biasanya tidak memerlukan naskah kata per kata, cukup poin-poin.

Apa pun caranya, sebutkan dengan jelas apa yang sedang ditunjukkan, misalnya “lihat angka di sebelah kiri”, karena sebagian siswa mungkin hanya mendengarkan.

Subtitle untuk aksesibilitas dan file SRT

Subtitle bukan hanya pelengkap di video pembelajaran. Banyak siswa menonton dari HP di tempat yang ramai, sebagian sulit mendengar, dan sebagian lagi belajar dalam bahasa kedua. Istilah seperti “penyebut”, “pembilang”, atau “fotosintesis” juga lebih mudah diingat jika terlihat tertulis saat diucapkan.

Cameratel membuat subtitle untuk setiap rekaman langsung dari naskahmu dan menyinkronkannya dengan suaramu, sehingga istilah teknis tertulis persis seperti di naskah. Subtitle itu bisa diekspor sebagai file .srt untuk YouTube dan platform kursus, atau ditanamkan ke video untuk dibagikan lewat grup WhatsApp kelas. Cara mengunggah file SRT dibahas di panduan file SRT, dan cara kerja fiturnya ada di halaman teks otomatis.

Setup yang konsisten setiap rekaman

Siswa yang menonton seri video akan merasa lebih nyaman jika setiap video terlihat dan terdengar sama. Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Tempat dan sudut yang sama. Tandai posisi kaki tripod dengan selotip di lantai.
  • Cahaya yang sama. Rekam di jam yang sama setiap hari, atau gunakan lampu agar tidak bergantung pada cuaca.
  • Jarak dan framing yang sama. Simpan foto layar framing pertamamu sebagai acuan.
  • Gaya warna yang sama. Pilih satu tampilan warna dan pakai untuk seluruh seri.
  • Format horizontal 16:9. Format ini paling cocok untuk platform kursus dan YouTube, terutama jika ada slide atau papan tulis. Buat cuplikan vertikal terpisah untuk promosi di media sosial.
  • Pakaian polos. Motif yang ramai mengalihkan perhatian dari materi.

Dengan setup yang konsisten, kamu bisa merekam beberapa video dalam satu sesi, dan siswa bisa fokus pada materi, bukan pada perubahan tampilan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa durasi ideal satu video pembelajaran?

Untuk banyak materi, video pendek berisi satu konsep lebih mudah diikuti daripada satu rekaman panjang. Patokan praktisnya 5–10 menit per video, lalu sesuaikan dengan kebutuhan kelasmu.

Apakah guru perlu naskah lengkap?

Untuk penjelasan inti, definisi, dan contoh, naskah lengkap membantu agar tidak ada langkah yang terlewat. Bagian diskusi atau demonstrasi boleh berupa poin-poin.

Format video apa yang cocok untuk kursus online?

Horizontal 16:9 paling umum untuk platform kursus dan YouTube, apalagi jika ada slide atau papan tulis. Video vertikal cocok untuk cuplikan promosi di media sosial.

Kenapa video pembelajaran perlu subtitle?

Subtitle membantu siswa yang menonton tanpa suara, yang sulit mendengar, atau yang belajar dalam bahasa kedua. Istilah penting juga lebih mudah diingat jika terlihat tertulis.